widyadasa.org

widyadasa.org

E-mail Print PDF

Tarian 4Lebih dari 1000 tahun yang lampau, para seniman Indonesia menciptakan karya besar yang sangat agung: Candi Borobudur. Candi yang berhiaskan ratusan arca Buddha dan relif ini tidak hanya memukau dunia, tetapi juga telah membangkitkan dan memperkuat keyakinan umat kepada Sang Tiratana (Buddha-Dhamma-Sangha). Mengapa? Karena Candi Borobudur mampu bercerita tentang keluhuran Sang Bodhisatta yang telah menjadi Buddha Gotama, mengungkap perjuangan-Nya yang sangat luar biasa dalam menyempurnakan paramita (kebajikan).

Salah satu kelahiran-Nya yang fenomenal, telah diukir dalam 4 relif di candi ini. Relif yang diangkat dari Kitab Jataka (bagian dari Sutta Pitaka, Kitab Suci Agama Buddha) nomor 534 tentang Mahahamsa Jataka ini bercerita tentang kehidupan Sang Bodhisatta sebagai Raja Angsa Emas bernama Dhatarattha. Ketika itu, ia didampingi patih setianya: Sumukha.

Dalam kehidupan lampau tersebut, Raja Angsa Emas Dhatarattha ini ditangkap oleh seorang pemburu bernama Khemaka atas perintah Raja Kasi: Samyama untuk memenuhi keinginan permaisurinya, Ratu Khema. Setelah tertangkap, Raja Angsa Emas dibela mati-matian oleh patihnya, Sumukha. Dan ketika mereka dibawa ke istana, Raja Angsa Emas membabarkan Dhamma kepada Raja Samyama dan Ratu Khema, sehingga mereka memiliki pengertian benar dan membebaskan para angsa.

Kisah yang sangat menyentuh kalbu ini sarat dengan pesan moral tentang kesetiaan persahabatan, tentang pengorbanan, dan tentang kebijaksanaan. Raja Angsa Emas itu adalah Bodhisatta Siddhartha yang kelak

(dalam kelahirannya yang terakhir) menjadi Buddha Gotama, sedangkan patihnya kelak menjadi Ananda, Raja Samyama adalah Sariputta, Ratu Khema kemudian menjadi Bhikkhuni Khema dan si pemburu itu kelak menjadi Channa di kelahiran mereka yang terakhir.
Read more...
 

Poster A4Download poster A4
www.patria.or.id

Sponsor

podomoro city

lion

logosummarecon

Dunai Teknik

jitec

3trio
cakka

stab3naradas